Selasa, 07 Desember 2010
Facebook "Rahasia AlBaradei" Panaskan Politik Mesir
KAIRO (Berita SuaraMedia) – Calon presiden Mesir, Mohamed ElBaradei menyalahkan lawan-lawan politiknya terkait pembobolan akun Facebook putrinya setelah foto-foto putrinya minum alkohol dan mengenakan bikini tersebar.
Mantan ketua Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan kandidat kuat presiden Mesir tersebut menyalahkan para rivalnya atas pembobolan halaman Facebook putrinya. Sebuah grup Facebook bernama "Rahasia keluarga ElBaradei – Betapa memalukannya mereka" kabarnya menyalin atau mendapatkan puluhan foto pernikahan Laila ElBaradei dan menyebarluaskannya pada bulan suci Ramadhan lalu.
Foto-foto tersebut melahirkan skandal di Mesir terkait acara minum minuman keras – hal yang dilarang.
Selain itu, tersebarnya foto-foto Laila berbikini juga dikritik karena dianggap tidak pantas.
Muncul spekulasi yang meluas bahwa tulisan di profil Facebook Laila kemudian dimanipulasi. Di kolom pandangan politik, terdapat tulisan "amat liberal", sementara pada agama, dituliskan "agnostik".
Di halaman tersebut juga disertakan rujukan terhadap bandar narkoba dari serial televisi populer Amerika, "The Wire", yang juga diyakini tidak benar.
Meski ElBaradei menuding pemerintah Mesir bertanggung jawab atas penyebaran foto-foto dan perubahan informasi pada halaman Facebook Laila, tidak ada bukti yang bisa mendukung tudingannya.
Para pejabat di Kairo membantah ada sangkut pautnya dengan hal tersebut. Meski demikian, ElBaradei dan para pendukungnya menggunakan kontroversi tersebut untuk mempromosikan inisiatif mereka untuk melakukan reformasi politik di Mesir.
"(Kampanye terhadap Laila ElBaradei) ini membuktikan bahwa kita berhadapan dengan rezim yang tidak akan segan-segan menggunakan cara-cara paling kotor sekalipun demi mencapai tujuan politiknya," kata Abdul Rahman Yusuf, koordinator publisitas ElBaradei, kepada kantor berita Reuters.
Skandal Facebook ElBaradei muncul saat pemerintah meluncurkan unit keamanan internet baru yang kabarnya dirancang untuk memonitor aktivitas rival politik Presiden Hosni Mubarak di internet dan putranya, Gamal, yang juga mungkin menjadi kandidat presiden.
Mei lalu, ElBaradei menegaskan bahwa Mesir harus menjaga jarak dari pemerintahan otoriter. Ia juga menekankan agar para warga negara Mesir perlu mendapat lebih banyak kekuasaan.
ElBaradei menganggap dirinya sebagai "saluran perubahan" melawan pemerintahan otoriter Mesir.
Menurutnya, Mesir harus menyingkirkan belenggu pemerintahan otoriter sehingga Mesir bisa memainkan peranan di kancah dunia dan menjadi contoh yang lebih baik bagi dunia Arab.
"Mesir tidak tengah berada dalam kondisi yang baik," kata ElBaradei. "Kami tidak memiliki demokrasi, dan saya yakin bahwa hanya dengan memberikan kekuasaan kepada rakyat, maka perkembangan sosial dan ekonomi akan tercipta dan (Mesir) bisa bergabung dengan belahan dunia lain."
ElBaradei merupakan kandidat kuat presiden Mesir dalam pemilihan umum tahun depan, tapi untuk bisa mencalonkan diri, pemerintahan saat ini harus mengubah konstitusi sehingga ElBaradei bisa mencalonkan diri sebagai calon independen.
"Harus dilihat apakah mereka akan melakukan itu," katanya. "Tapi, yang jadi prioritas saya adalah melihat apakah kami bergerak dari sistem otoriter menjadi sistem demokratis."
"Ada banyak orang yang menginginkan saya menjadi saluran perubahan di Mesir. Saya tidak mungkin mengecewakan mereka," tambahnya.
Aturan pemilihan mesir menyulitkan kandidat mana pun melawan siapa saja yang dicalonkan Partai Demokrasi Nasional (NDP) yang menjadi kendaraan politik ElBaradei.
Partai oposisi terbesar Mesir, Ikhwanul Muslimin, dilarang secara resmi, dan para pemimpinnya mengaku tidak berencana mencalonkan kandidat presiden.
ElBaradei mengatakan, pemerintahan di masa mendatang, jika ingin terbuka dan progresif, harus bekerja sama dengan Ikhwanul Muslimin yang amat populer.
Diposting oleh jackov Zhaca Zhuca di 17.52.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar