THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 09 Agustus 2011

MISTERI KAMAR BELAKANG 3

Kalian mungkin masih ingat cerita Misteri Kamar Belakang 1 dan Misteri Kamar Belakang 2. Kali ini aku akan merampungkan cerita mengenai Misteri Kamar Belakang.

Sebelumnya di cerita Misteri Kamar Belakang 2, aku akhirnya lulus SMA dan pindah ke Bandung. Kamar itu kosong. Lala dan Bagus yang akan menempati kamar itu tiba-tiba enggan menempati kamar tersebut karena mereka juga mungkin takut dan merasakan hal yang serupa.

Sebelum aku benar-benar pindah ke Bandung, aku sempat ngobrol bersama tetangga ku, sebut saja Mba R**. Dia tinggal di samping rumah kakak ku, sudah sedari kecil dia tinggal disitu. Dia menceritakan bahwa pada zaman dulu, daerah tersebut merupakan tempat pelacuran yang sangat terkenal. Kemudian daerah tersebut dibersihkan, dan akhirnya menjadi tempat para nelayan (daerah tersebut dekat dengan pantai). Lama-kelamaan daerah tersebut menjadi pemukiman penduduk, karena akses jalan PANTURA sangat dekat.

Mba R** menceritakan bahwa dulu rumah yang kakak ku tempati adalah rumah salah satu warga bernama Bu T****g (saya samarkan agar tidak mengganggu pihak terkait), dia tinggal sendiri di rumah tersebut (mungkin memiliki sanak keluarga yang jauh). Pekerjaannya waktu itu adalah membuat "jajan", cemilan. Pada suatu hari, bu T****g terpleset saat membuat jajanan, kemudian dia meninggal. Karena tinggal sebatangkara, tidak ada yang mengetahui perihal kematian bu T****g.

Beberapa hari kemudian warga mencium bau bangkai dan mengetahui bahwa bu T****g sudah meninggal dalam keadaan telah membusuk dan terdapat belatung disekitarnya (saya juga kurang mengerti berapa hari diketemukan sampai terdapat belatung disekitarnya, ini penuturan dari Mba R**).

Setelah itu, rumah tersebut dijual, kemudian dibeli oleh mertua kakak ku. Dari kejadian tersebut, banyak warga menganggap rumah itu angker. Kemudian mertua kakak ku merenovasi seluruh rumah tersebut.

***

Ketika rumah tersebut ditempati keluarga kakak ku, bus yang terparkir di belakang rumah kakak ku menurut warga sekitar sering menyala dan mengklakson sendiri. Ketika oleh warga dilihat, tidak ada orang di bus tersebut. Ketika menanyakan pada sopir-sopir, para sopir pun tidak merasa menyalakan mesin atau mengklakson pada malam hari.

Bukan hanya itu, ketika mba R** sedang ngobrol di depan rumah kakak ku, kran depan rumah tiba-tiba seperti ada yang memainkan. Ketika paginya ditanyakan pada suami kakak ku, suami kakak ku tidak tahu mengenai kran tersebut.

Kejadian selanjutnya adalah ketika seorang supir yang biasa memasukkan bus pada dini hari (sekitar pukul 01.00) mengalami hal yang membuat dia trauma. Ketika dia selesai memarkirkan bus mini, dia melihat ada seorang wanita yang tertunduk memakai pakaian serba putih dengan rambut panjang dan berlumuran darah di pojok garasi. Dia kemudian lari sekencang-kencangnya dan tidak mau lagi memarkirkan bus pada dini hari.

Kemudian cerita selanjutnya datang dari kakak sepupu ku sewaktu masih tinggal di rumah kakak ku. Waktu itu Jumat dini hari, karena WC yang di dalam rumah sedang rusak, akhirnya tanpa dapat ditahan lagi, kakak sepupu ku terpaksa BAB di WC belakang khusus supir. Sebenarnya dia enggan, tapi rasa takut yang dia rasakan terkalahkan dengan rasa BAB yang mendesak, akhirnya dia ke kamar mandi di belakang rumah. Waktu itu sekitar pukul 02.00 dini hari, karena takut dan berfikir sudah sepi, akhirnya dia tidak menutup rapat pintu kamar mandi tersebut. Selang beberapa menit, dia merasakan bulu kuduknya berdiri, dan apa yang terjadi pembaca???

Tiba-tiba muncul makhluk aneh yang hanya kepalanya saja nongol di balik pintu. Wajahnya seram, bertaring, hitam, gondrong acak-acakan. Dengan kaget kakak sepupu ku menyiram dengan air sambil berkata "Hus, hus, hus, pergi!!!", tapi makhluk itu tetap berada di lawang pintu. Sejenak kakak sepupu ku berfikir "Emang kucing, coba kalau Nyebut!". Kemudian kakak sepupu ku menyiram kembali sambil berkata "Laillahaillallah, laillahaillallah". Sejurus kemudian makhluk itu menghilang. Aku sempat tertawa terbahak-bahak ketika dia menceritakan itu. Sungguh takjub kakak sepupu ku bisa berfikir seperti itu dalam keadaan "menakutkan dan memalukan" menurutku pribadi.

Hal menarik lainnya adalah ketika itu Lala yang berusia 3 tahun tiba-tiba menjerit ketakutan setiap melihat bus yang datang untuk parkir di garasi belakang rumah. Dia menangis ketakutan seperti melihat sesuatu, tangisnya pun berbeda, "kejer", dia tiba-tiba minta pengasuhnya untuk segera keluar rumah dan tidak mau masuk rumah.

Pengasuhnya kebingungan, begitu juga dengan supir, tetangga-tetanggapun dibuat bingung. Ketika ditanya berkali-kali pada Lala, jawaban yang sama terlontar "Ada orang gila, pake baju merah, jelek sekali di bus nya lala, suruh pergi sana. Lala takut". Kejadian ini berlangsung selama 1 minggu. Pengasuhnya mulai kerepotan, penghuni rumah dibuat bingung, akhirnya ibu ku berinisiatif menanyakan hal tersebut ke om ku yang memiliki indra penglihatan tajam mengenai hal-hal tersebut.

Benar saja, menurut penglihatan om ku, ada makhluk halus yang bermain-main di bus tersebut. Makhluk itu berasal dari rumah kosong di sebelah rumah kakak ku yang kosong selama 10 tahun lebih. Keadaan rumah kosong itu ramai seperti pasar dihuni oleh berbagai makhluk halus. Lengkap sudah!

Ternyata jauh sebelum aku, kakak sepupu ku, dan penghuni lain merasakan "kejanggalan" di rumah tersebut, kakak ku pun merasakan hal yang sama ketika baru-baru menempati rumah tersebut. Dulu, ketika kakak ku sedang hamil anak pertama, hanya dia dan suami yang tinggal. Ketika adzan maghrib berkumandang, suaminya langsung bergegas pergi ke Mesjid.

Baru keluar suaminya ke Mesjid, tiba-tiba mati lampu, tapi lampu tetangga menyala. Kakak ku berniat menyalakan sikring yang turun, tapi ketika dia membuka pintu, tiba-tiba lampu menyala. Ketika kakak ku menutup pintu kembali, lampu kembali padam. Ketika membuka pintu, lampu menyala kembali, begitu seterusnya sampai karena tidak tahan, kakak ku akhirnya berteriak "Ayaaaaahhhh" memanggil suaminya, kemudian dia buka pintu sampai suaminya datang.

Tidak hanya itu, pernah pula ketika habis maghrib, aku dan guru ngaji ku sedang mengobrol sambil menunggu Bagus untuk bergabung mengaji. Di rumah hanya ada aku dan guru ngaji ku. Ketika sedang asik mengobrol, dari arah dapur ke tempat mencuci piring jelas sekali ada seperti kain putih yang terbang begitu alun. Seketika bulu kuduk ku merinding, guru ngaji ku pun melihat hal yang sama. Kami hanya bengong sampai Bagus dan yang lain pulang ke rumah.

Yang jadi pertanyaan, apakah cerita-cerita di atas ada hubungannya dengan misteri kamar belakang atau tidak? Entahlah.

Dan baru-baru ini sekali, ketika kemarin aku berlibur, kakak ku menceritakan, bahwa suaminya kemarin-kemarin dikejutkan dengan hal aneh di kamar tersebut. Sebelumnya suaminya berniat untuk tidur di kamar belakang. Ketika akan tidur, tiba-tiba dia mendengar ledakan keras dari kamar tersebut. Ketika dicari ke sumber suara, tidak ada apa-apa. Kemudian dia berlari ke kamar depan dan bertanya pada kakak ku yang belum tidur "Bu, denger bunyi ledakan nggak dari kamar belakang barusan? keras banget!". Kakak ku hanya bengong dan berkata "Nggak". Suami kakak ku ikut bengong dan memutuskan untuk tidur di kamar depan bersama kakak ku dan anak-anaknya.

Sampai detik ini pun misteri kamar belakang belum terkuak. Biar saja menjadi misteri. Aku dan keluarga yang lain tidak berniat untuk menyelidiki hal tersebut lebih lanjut. Kakak ku baru-baru ini membeli sebuah rumah baru. Kakak ku baru akan pindah mungkin sekitar 2 tahun lagi. Kemungkinan besar rumah lama akan dikontrakan dan garasi belakang dijadikan kost-kostan. Rumah baru sengaja dia kontrakan dulu agar uang terkumpul untuk membangun kost-kostan.

Namun apa yang terjadi pembaca, rumah baru kakak ku tidak kalah jauh menyeramkan, dekat dengan kuburan, dan rimbun dengan kebun awi. Kakak ku hanya menyeringai "Rumah baru teteh adem, sejuk, tenang, dibanding rumah ini yang dekat kota dan pantai, panas, dan bising. Tapi kayaknya nggak jauh menyeramkan deh. Tunggu aja kisah selanjutnya, apa yang terjadi di rumah baru teteh". Aku hanya bengong.

Sambil menghela nafas, aku berfikir "Akankah Lala dan Bagus akan bercerita di situs ini mengenai rumah barunya seperti aku nanti?", jangan sampai.

Terima kasih.

Minggu, 30 Januari 2011

Cara membuat “Crop Circle”

Berita heboh munculnya Crop Circle di Berbah Sleman, Yogyakarta menjadi menarik ketika kita tidak tahu bagaimana membuatnya. Sehingga muncul spekulasi-spekulasi bahwa itu dibuat oleh Alien atau UFO.Bentuk dan macam ragam Crops memang secara geometri menarik sekali. Beberapa memiliki geometri Fraktal.
:( “Wah iya, Pakdhe dulu thesis S2-nya tentang Fraktal kan ? Dongengin fraktal dong Pakdhe !”
Kalau Crop Circle itu mengherankan kamu karena cara pembuatannya, mestinya kita juga heran dengan pembuatan Candi Borobudur yang memiliki geometri segi-empat sempurna, kan ? Coba saja pikirkan apakah waktu pembuatan Borobudur itu sudah ada alat ukur Theodolite ? GPS belom ada, Sattelit belum juga ada namun geometri Borobudur benar-benar sempurna !.

Awali dengan rancangan (denah atau peta)

Setiap bangunan selalu dibuat dengan sebuah design rancangan. Rancangan ini dibuat dengan metode grafis dimana rancangan crops ini akan menjadi seperti peta. Mirip kalau membuat rancangan rumah. Semua dibuat dengan skala.
Berbagai design crops dijumpai didunia ini.
Berbagai macam desain crop circle
Setelah rancangan dibuat dalam kertas layaknya membuat rumah, maka barulah dibuat sesuai ukuran yang ada dalam kenyataan.

Bagaimana membuat lingkarannya ?

Tentunya kita harus mencari lokasi yang cukup luas supaya terlihat bagus. Juga daerah ini sedang ada tanaman yang cukup besar untuk dipatahkan. Bisa saja berupa sawah yang sedang menguning, maupun kebon tebu. Namun kalau kebon tebu perlu trantor membuatnya. Banyak cara dalam membuat lingkaran ini. Namun cara termudah tentunya dengan dua orang yang satu menjadi pusat lingkaran dan lainnya berjalan memutar.
Membuat Lingkaran
Setelah seluruh design diberi patok-patok, maka kita dapat merubuhkan tanaman padi dengan cara menekan menggunakan plat

Kalau mau tahu cara dalam video silahkan tengok dibawah ini :

Nah kalau memang geometri itu saja sudah mampu membuat terheran-heran dengan crops , mestinya orang lainpun akan lebih heran lagi melihat Borobudur beserta candi-candi di sana, kan ? Bayangkan ukuran Borobudur  dibawah ini.
sumber wikipedia
Ukurannya 118x188 meter persegi

View Larger Map
Bagaimana dengan Crops di Sleman itu ?
Sangat mungkin Crops di Sleman itu buatan manusia juga. Cara-cara pembuatannya menjadi tidak mustahil dengan pengetahuan geometri yang sudah kita kenali saat ini. Namun pembuatnya tentunya cukup cerdik dalam mengimbang ambingkan pikiran serta minat kita untuk melihatnya.
:( “Kalau gitu wajib ditonton Pakdhe ?”
:D “Ya tentusaja wajib ditonton. Ayo ke Jogja !!!. Namun setelah itu jangan lupa menengok Borobudur, ya ! Walaupun harus melewati jalan memutar kalau saja jalan raya Jogja Magelang terputus karena terjangan lahar hujan atau lahar dingin Merapi “.
:( “Kalau begitu sebaiknya kawan-kawan ISI – Istitut Seni Indonesia bia membuatnya lebih banyak supaya Jogja semakin laris manis, dan tetap istimewa !

Kasihan yang punya sawah ?

Tunggu dulu ….  Lumayan looh, dapat keuntungan menjadi UFO Tourism. Pada tahun 1996, sebuah crop circle muncul di dekat Stonehenge, Inggris. Petani pemiliknya meminta orang membayar untuk melihat, dan dia berhasil  mengumpulkan sekitar $ 47.000 (450 Juta rupiah) dalam empat minggu. Nilai aktual dari tanamannya sendiri hanya $235 (kurang dari 2.5 juta rupiah).