THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 28 November 2010

Kawasan Rawan Bencana Merapi Diperluas di Sektor Selatan

suarasurabaya.net| Pasca letusan Merapi 2010, dilakukan kajian perubahan peta kawasan rawan bencana dan tata ruang di lerang Gunung Merapi. Perubahan itu mengacu pada perubahan morfologi dan ancaman Gunung Merapi dimana sektor Selatan kini semakin luas kawasan rawan bencananya.

Jika sebelum letusan 2010, kawasan rawan bencana III sejauh 5 km, artinya tidak boleh ada permukiman di area 5 km dari puncak Merapi, maka sejak letusan 5 Nopember 2010, area itu bertambah jauh, mencapai 15 km, terutama di sekitar Kali Gendol.

SUKHYAR Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada suarasurabaya.net, Jumat (26/11), dia mengatakan saat ini kajian masih dilakukan Badan Geologi bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan pemerintah daerah setempat.

Kata SUKHYAR, kawasan rawan bencana terutama di Kabupaten Sleman kemungkinan besar akan ditambah radiusnya. Daerah itu meliputi desa-desa di Kecamatan Cangkringan, terutama di bantaran Kali Gendol, seperti Desa Kali Adem, Kepuharjo, dan Argomulyo.

Idealnya, kata SUKHYAR, dalam radius kawasan rawan bencana yang baru itu, tidak boleh ada pemukiman. Karena sudah ada desa-desa di radius itu, tim kajian nanti bisa memberikan rekomendasi tentang struktur bangunan untuk antisipasi kerugian lebih besar jika terjadi letusan lagi.

Untuk aktivitas wisata, tambah SUKHYAR, bisa tetap berlangsung tapi dengan pengawasan yang tujuannya tidak tumbuh lagi kawasan permukiman baru di kawasan rawan bencana III yang baru.

Konsekwensi perubahan peta kawasan rawan bencana ini adalah penambahan-penambahan jalur evakuasi dan persiapan barak pengungsian baru. Badan Geologi tidak merekomendasikan penambahan bunker-bunker perlindungan karena terbukti tidak efektif, seperti yang terjadi pada letusan 2006 lalu dimana 2 relawan tewas justru karena berlindung di dalam bunker di kawasan Bebeng/Kali Adem.

“Penataan ruang menjadi penting untuk mengantisipasi ancaman Gunung Merapi di kemudian hari,” kata dia.(edy)

Teks Foto :
- Hulu Kali Gendol terpantau dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, 3 km dari puncak Merapi, Selasa (02/11). Kali Gendol diapit jurang sedalam lebih dari 50 meter dan lebar sekitar 200 meter. Akibat letusan berkali-kali, lahar panas dan material vulkanik menumpuk di hulu Kali Gendol.

0 komentar: